Kutipopini.com – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah mendapat perhatian serius dari SMP Negeri 5 Kota Bontang. Melalui kemitraan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), sekolah ini membentuk kader anti-narkoba dari kalangan siswa yang dibina secara rutin.
Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin, menyatakan bahwa program ini bukan lagi kegiatan seremonial, melainkan pembinaan intensif yang telah berlangsung selama tiga bulan.
“BNN datang langsung membimbing anak-anak. Materinya tidak hanya soal bahaya narkoba, tetapi juga minuman keras dan pergaulan yang berisiko,” ungkapnya, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, pembinaan dilaksanakan minimal dua kali dalam sebulan, bahkan bisa mencapai empat kali jika diperlukan. Seluruh kegiatan digelar setiap Jumat dengan pola pelatihan interaktif.
“Kami ingin siswa benar-benar memahami, bukan sekadar mendengar penyampaian materi,” tambahnya.
Para peserta dipilih dengan mempertimbangkan kedisiplinan dan kemampuan komunikasi. Setelah mengikuti sesi bersama BNN, mereka kembali bertugas menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada teman sebaya.
“Mereka menjadi penyambung informasi lewat OSIS dan kegiatan siswa lainnya. Efeknya lebih kuat karena disampaikan oleh teman sendiri,” kata Muhiddin.
BNN, menurutnya, juga memberikan dukungan aktif dengan mengirimkan tim yang rutin turun ke sekolah-sekolah. Melalui pola pembinaan berkelanjutan ini, Muhiddin menargetkan SMPN 5 menjadi sekolah yang memiliki sistem pencegahan paling kuat di Bontang.
“Mereka selalu siap jika kami membutuhkan sesi tambahan. Ini sangat membantu. Kami ingin membangun lingkungan belajar yang aman, bersih, dan bebas narkoba. Itu komitmen kami,” tegasnya. (ADV)








