Kutim Perkuat Pertanian dan Peternakan, Siapkan Peluang Investasi dan Kemandirian Pangan

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) terus menguatkan sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang utama ketahanan pangan.

Langkah ini dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, evaluasi, serta pengembangan kemitraan yang adaptif dengan kondisi lapangan.

Kepala Dinas TPHP, Dyah Ratnaningrum, mengatakan pihaknya baru saja menggelar forum bersama pelaku usaha ayam broiler untuk membahas perizinan, kemitraan, dan dampak lingkungan.

“Mayoritas peternak ayam broiler merupakan plasma perusahaan besar seperti Charoen Pokphand dan Japfa Comfeed. Mereka sudah memiliki pasar dan pendampingan,” jelas kepada awak media. Jumat (14/11/2025).

Lebih lanjut, ia memaparkan pembinaan akan difokuskan pada pengelolaan kandang dan pemanfaatan limbah agar ramah lingkungan.

Di sektor sapi, populasi Kutim tercatat 15 ribu ekor, menurun akibat wabah PMK. Pemerintah mendorong program inseminasi buatan dengan hampir 1.000 kelahiran baru tahun ini, serta menambah pasokan sapi dari luar untuk memenuhi kebutuhan daging lokal 5.000 ekor per tahun.

“Dari populasi 15 ribu, hanya sekitar 1.500 ekor yang bisa dipotong per tahun,” sebutnya.

Namun menurutnya yang menjadi tantangan utama adalah minimnya pelaku usaha utama. Mayoritas masyarakat masih menjadikan beternak sebagai pekerjaan sampingan. Namun peluang tetap besar, lahan luas, pakan melimpah, pasar jelas, dan dukungan investor lokal bisa mempercepat pertumbuhan subsektor ini, baik untuk konsumsi Kutim maupun daerah sekitar seperti Bontang.

Produksi hortikultura juga tetap stabil meski musim hujan.

“Dinas TPHP menyiapkan anggaran antisipasi bencana berupa bibit, pupuk, dan sarana produksi. Tahun depan, program asuransi pertanian bersama Jasindo siap direalisasikan untuk perlindungan tambahan,” ungkapnya.

Dengan langkah terukur, kolaboratif, dan berbasis inovasi, Kutim menata diri menuju kemandirian pangan. Sektor peternakan, pertanian, dan hortikultura tumbuh serempak dalam bingkai kemitraan dan teknologi, membuka peluang investasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *