DPRD Kutim Matangkan Perda Keolahragaan melalui Pembelajaran Praktik Terbaik di Jawa Tengah

banner 728x90

Kutipopini.com – Upaya merumuskan Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan di Kutai Timur (Kutim) memasuki tahap pematangan. Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim menegaskan bahwa regulasi baru tersebut harus berbasis praktik terbaik. Komitmen itu ditegaskan setelah mereka melakukan studi tiru ke Dispora Jawa Tengah dan Dispora Kota Semarang. Kamis (13/11/2025).

Ketua Pansus, Pandi Widirto, menyebut kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah untuk memastikan bahwa Perda nantinya memiliki arah pembinaan yang terukur.

“Kami ingin memastikan setiap pasal dalam Perda memiliki pijakan nyata. Karena itu, kami mempelajari langsung bagaimana SKOI dan KKO diterapkan di daerah lain,” ucapnya.

Pandi menjelaskan bahwa konsep sekolah olahraga menjadi salah satu materi yang diperdalam. Ia menilai model pembinaan atlet sejak usia dini terbukti efektif membangun generasi olahraga yang berprestasi, asalkan didukung administrasi dan fasilitas yang konsisten.

“Benih KKO dan SKOI yang akan kami masukkan dalam Perda harus tumbuh dengan fondasi kuat. Kutim tidak boleh setengah-setengah dalam menyiapkan masa depan atletnya,” tegasnya.

Selain aspek pendidikan olahraga, Pansus juga menyoroti perlunya penyelarasan program antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga. Menurut Pandi, kolaborasi dengan KONI, KORMI, dan NPC harus dirancang dalam satu kerangka regulatif yang saling mendukung.

Anggota Pansus, Aldryansyah, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut memberi gambaran baru tentang pola pembinaan yang efektif.

“Dispora Jawa Tengah dan Kota Semarang menunjukkan bagaimana tata kelola olahraga diorganisasi secara sistematis. Masukan ini sangat relevan untuk memperkuat regulasi di Kutim,” terangnya.

Ia menilai penyusunan Perda tidak boleh berhenti pada tataran normatif. Regulasi yang sedang dirancang, katanya, harus mampu diterapkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh para atlet.

“Tujuannya jelas: membangun sistem pembinaan yang terstruktur dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Dengan bahan studi tiru tersebut, Pansus optimistis Perda Keolahragaan Kutai Timur akan melahirkan kerangka pembinaan yang lebih kokoh dasar bagi hadirnya atlet yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *