Pemerataan Listrik Kutim: Harapan Baru bagi 13 Desa yang Masih Gelap

banner 728x90

Kutipopini.com – Harapan baru soal pemerataan listrik kembali mengemuka setelah Pemkab Kutai Timur menegaskan dukungannya terhadap percepatan elektrifikasi desa. Kepala Bagian SDA Setkab Kutim, Arief Nur Wahyuni, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menempatkan pemenuhan kebutuhan listrik sebagai prioritas pembangunan jangka panjang.

“Bahwa sesuai visi misi pasangan Bupati – Wabup, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi, Pemkab Kutim akan terus berupaya dan bersinergi dengan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat. Secara bertahap tentunya akan diwujudkan listrik PLN,” ungkapnya kepada awak media.

Pernyataan tersebut hadir di tengah sorotan terhadap 13 desa yang masih belum merasakan sambungan listrik negara. Setiap desa membawa tantangan geografis berbeda dari pedalaman hutan hingga pesisir yang terpencil yang menyebabkan proses penyediaan energi membutuhkan perencanaan teknis lebih panjang.

Di Bengalon dan Busang, desa Tebangan Lembak serta Mekar Baru menunggu realisasi jaringan PLTD. Situasi serupa terlihat di pesisir Sangkulirang; Tanjung Manis dan Perupuk masih hidup dari genset dan lampu surya rumah tangga sembari menunggu aliran dari PLTD Sandaran dan excess power PT BMA.

Sandaran bahkan menjadi wilayah dengan desa terbanyak yang belum teraliri listrik. Marukangan, Susuk Tengah, Susuk Luar, hingga Susuk Dalam menanti interkoneksi jaringan PLN, sementara malam hari mereka masih diwarnai suara generator yang menyala terbatas.

Sebagian desa lain mulai merasakan secercah kemajuan lewat PLTS komunal, seperti Pulau Miang dan Tadoan. Dua desa lain, Sandaran dan Tanjung Mangkalihat sedang dalam proses pembangunan PLTS SHS yang ditarget rampung 2025.

“Kami berharap dengan perencanaan 2026 yang terus diperbarui, masyarakat desa berharap langkah sinergis pemerintah dan PLN benar-benar membuka akses energi modern sebuah cahaya yang tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga masa depan pembangunan Kutim,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *