Akses Wisata Buruk, DPRD Kutim Desak Pemerintah Masukkan Pembangunan Jalan ke Program MYC

banner 728x90

Kutipopini.com – Dorongan peningkatan kualitas infrastruktur pariwisata kembali disuarakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H Shabaruddin.

Legislator dari Dapil 5 itu, menilai pembangunan akses menuju destinasi wisata harus menjadi bagian dari multiyears contract (MYC) pemerintah daerah, mengingat potensi wisata Kutim terus terhambat oleh buruknya kondisi jalan.

Kutim memiliki banyak destinasi unggulan terutama di wilayah pesisir  dan memiliki daya tarik kuat. Contohnya, Pula Miang yang telah dilengkapi fasilitas memadai dan menawarkan pesona laut, keanekaragaman biota, hingga habitat penyu. Namun, potensi tersebut tertahan akibat akses yang kurang memadai.

“Yang kita perlukan itu jalan beton layak. Banyak wisatawan mengeluh lelah bukan karena jauh, tapi karena kondisi jalannya,” ungkapnya.

Selain Pula Miang, ia juga menyebutkan kawasan jepu-jepu, jalur Pantai Sekrat hingga Pantai Marang, serta titik-titik pesisir lain yang sudah dikenal publik. Menurutnya, pesona alam yang seharusnya menarik minat wisatawan justru kalah oleh persoalan akses yang membuat pengunjung enggan datang.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa potensi wisata pedalaman seperti Gua Kombeng, air terjun, dan gugusan karst juga membutuhkan perhatian. Akses yang lebih baik dinilainya mampu memicu pertumbuhan UMKM, transportasi wisata, hingga ekonomi lokal.

“Kami mendorong Dinas Pariwisata agar melakukan studi banding yang selama ini dilakukan berbuah hasil nyata dalam bentuk pengelolaan destinasi dan peningkatan PAD,” tegas Politisi Fraksi Gelora Amanat Perjuangan itu.

“Kalau ingin dampaknya besar dan berkelanjutan, akses ke destinasi harus jadi prioritas MYC,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *