Pameran Sejarah Nabi Muhammad SAW Berakhir, Disdikbud Kutim Tekankan Penguatan Edukasi Keagamaan

banner 728x90

Kutipopini.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan pentingnya edukasi sejarah dan nilai keagamaan melalui penyelenggaraan Pameran Sejarah Nabi Muhammad SAW yang resmi ditutup, di pelataran Masjid Agung Al-Faroek Sangatta. Sabtu (22/11/2025).

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, dalam sambutnya menyampaikan bahwa pameran ini menjadi ruang pembelajaran publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kebudayaan, dan penguatan nilai keagamaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Fadliansyah, dalam laporannya juga mengungkap tingginya antusiasme masyarakat.

“Hingga hari ini jumlah pengunjung mencapai 7.527 orang, dan pameran masih dibuka hingga malam nanti,” katanya.

Ia menyebut dukungan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan berbasis edukasi religius masih mendapat tempat istimewa di Kutim. Pameran ini tidak hanya menampilkan miniatur dan artefak sejarah Nabi Muhammad SAW, namun turut diisi dengan kompetisi dan kegiatan edukatif seperti lomba mewarnai, seminar sejarah kebudayaan Islam, lomba bercerita islami, serta lomba habsyi untuk tingkat junior dan senior.

Menurut Mulyono, manfaat pameran ini akan diperluas melalui pemanfaatan materi miniatur sejarah yang akan diserahkan kepada pengelola Masjid Agung Al-Faroek.

“Materi tersebut dapat digunakan sebagai media belajar berkelanjutan bagi masyarakat, terutama generasi muda,” jelasnya.

Terakhir, Disdikbud Kutim juga akan mengembangkan materi pameran tahun berikutnya dengan tema tambahan mengenai sejarah perkembangan Islam di Kutim.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *