Workshop DTSEN, Pemkab Kutim Perkuat Kapasitas Operator Desa dalam Penataan Data Nasional

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat basis data kesejahteraan dengan penyelenggaraan Workshop Penguatan Kapasitas Operator Desa untuk pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (1/12/2025), dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif, mewakili Bupati Kutai Timur.

Dalam arahannya, Sudirman menekankan bahwa perubahan dari DTKS menuju DTSEN menjadi langkah besar dalam reformasi data nasional. Ia menegaskan bahwa DTSEN tidak lagi hanya memotret kelompok miskin dan rentan, tetapi seluruh penduduk berdasarkan peringkat kesejahteraan.

“Integrasi data lintas kementerian yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri kini dapat diarahkan menjadi satu sistem terpadu, menggabungkan data dari Kemendagri, Kemenko PMK melalui P3KE, BPS melalui Regsosek, serta DTKS Kemensos. Dengan integrasi ini, pemerintah memiliki data tunggal yang lebih kuat dan akurat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis operator desa sebagai pihak yang paling memahami kondisi sosial warganya. Sebab, kemampuan operator dalam menggunakan aplikasi SIKS-NG dan instrumen pemutakhiran harus diperkuat.

“Kami berharap melalui workshop ini dapat menjadi ruang penyamaan persepsi agar proses pemutakhiran berjalan sesuai standar nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, menambahkan bahwa pelaksanaan workshop merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan Permensos Nomor 03 Tahun 2025. Ia menekankan bahwa DTSEN akan menjadi dasar utama penyaluran program bantuan sosial dan analisis sosial melalui SIPMAS.

Terakhir, Ketua Panitia, Agus Budi Priyanto, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti operator dari 141 desa/kelurahan, 18 TKSK, dan 19 pendamping PKH.

“Para narasumber berasal dari Kemensos, BPS Kaltim, dan PT Integra Inovasi Indonesia. Dan workshop akan berlangsung selama dua hari. Diharapkan menghasilkan peningkatan kompetensi serta konsistensi dalam pengelolaan DTSEN di Kutim,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *