Pemkab Kutim Terima Laporan Ekspedisi Patriot 2025 untuk Pengembangan Kawasan Transmigrasi

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan hasil kajian strategis Tim Ekspedisi Patriot 2025 sebagai pijakan penting dalam merumuskan arah pembangunan kawasan transmigrasi.

Laporan komprehensif tersebut disampaikan langsung kepada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim dalam forum audiensi yang berlangsung di Ruang Damar, Gedung Serba Guna, Senin (01/12/2025).

Studi yang digagas Kementerian Transmigrasi bersama akademisi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) itu menitikberatkan pada potensi kawasan Maloy Kaliorang sebagai pusat nilai tambah ekonomi baru.

Dalam pemaparannya, Tim UI yang diwakili Erita Narhetali menyoroti sejumlah persoalan mendasar di empat kecamatan lokasi penelitian, yakni Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, dan Karangan. Ia mengungkapkan masih terjadinya kesenjangan layanan dasar, mulai dari akses kesehatan, pendidikan hingga kebutuhan air bersih.

Selain itu, tumpang tindih lahan serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap perusahaan sekitar menjadi hambatan serius bagi kemandirian kawasan.

“Kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi lokasi perpindahan penduduk, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan baru dan penyuplai nilai tambah,” tegasnya.

Lebih lanjut, UI merekomendasikan percepatan pembangunan melalui penguatan rantai pasok pangan, peningkatan kapasitas ekonomi warga, serta penataan layanan dasar dan infrastruktur produktif.

Sementara itu, Perwakilan Unpad, Titis Kurniawan, menekankan potensi agrikultur, terutama komoditas kelapa sawit dan pisang kepok grecek.

“Kami mengingatkan bahwa nilai ekonomi komoditas tersebut masih perlu diperkuat melalui hilirisasi, pelatihan intensif bagi petani, penguatan koperasi, dan peningkatan pemasaran produk,” ucapnya.

Menanggapi seluruh rekomendasi, Kepala Distransnaker Kutim, Roma Malau, menegaskan bahwa laporan ini akan menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas perangkat daerah guna mendorong hilirisasi transmigrasi.

“Tidak hanya peningkatan kualitas SDM, tetapi pembenahan infrastruktur juga harus berjalan beriringan. Rekomendasi ini akan menjadi fondasi untuk memperkuat pengembangan kawasan Maloy Kaliorang sebagai pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *