Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong pemerataan pendidikan anak usia dini melalui berbagai bentuk layanan PAUD. Program ini menekankan tidak hanya pembelajaran formal, tetapi juga stimulasi tumbuh kembang anak sejak usia nol tahun, sebagai langkah awal membangun generasi berkualitas.
Pelaksana Tugas Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Heri Purwanto, menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini mencakup layanan untuk anak usia nol hingga enam tahun. Layanan tersebut tidak terbatas pada Taman Kanak-kanak (TK), tetapi juga Kelompok Bermain, Satuan PAUD Sejenis, serta Taman Pengasuhan Anak (TPA).
“PAUD melayani anak usia nol hingga enam tahun. Jadi bukan hanya TK, tapi juga kelompok bermain dan taman pengasuhan anak,” tegasnya, Rabu (17/11/2025).
Selain itu, ia juga menekankan bahwa layanan PAUD memiliki fungsi ganda. Proses belajar mengajar dan pembiasaan positif yang terarah. Pentingnya mengubah persepsi masyarakat terkait istilah “penitipan anak”.
“Istilah penitipan memberi kesan anak hanya dititipkan, padahal di taman pengasuhan anak mereka mendapatkan pembinaan dan stimulasi tumbuh kembang yang terarah,” jelasnya.
Selain itu, perkembangan PAUD menyesuaikan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi. Beberapa TPA bahkan menerima anak mulai usia tiga bulan hingga dua tahun, dengan pendekatan pengasuhan berbasis pendidikan.
“Layanan ini sangat membantu orang tua yang bekerja, terutama di perkotaan dan kawasan perusahaan,” tambahnya.
Dengan penguatan layanan PAUD yang inklusif dan fleksibel, Pemerintah Kutim berharap setiap anak memperoleh kesempatan belajar sejak dini, sekaligus membangun fondasi karakter yang kokoh bagi generasi penerus daerah. (ADV)








