Wabup Mahyunadi, Aktivitas LGBT di Kutim Akan Ditindak tanpa Toleransi

banner 728x90

Kutipopini.com – Isu keberadaan kelompok LGBT di wilayah Sangatta mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Wakil Bupati, Mahyunadi, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi aktivitas yang bertentangan dengan nilai moral dan norma agama.

“Kalau ada laporan, segera sampaikan ke saya. Kita akan tindak tegas, tidak ada toleransi untuk itu,” tegas Mahyunadi.

Ia menekankan bahwa langkah penindakan bukan didasari kebencian, melainkan bentuk tanggung jawab sosial untuk menjaga masa depan generasi muda Kutim. Menurutnya, kelompok LGBT sering bergerak tertutup dan memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi, sehingga pengawasan membutuhkan kerja sama antara masyarakat dan aparat.

“Mereka biasanya aktif di grup media sosial dan bertemu secara diam-diam. Karena itu, kita perlu kolaborasi semua pihak,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti risiko kesehatan yang dapat timbul akibat hubungan sesama jenis, termasuk penularan HIV/AIDS.

“Ini bukan isu semata, tapi fakta medis. Risiko kesehatan yang tinggi harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Dalam hal ini, pentingnya peran keluarga sebagai pengawas utama serta keterlibatan tokoh agama dan masyarakat dalam memberikan edukasi dan pembinaan yang bijak.

“Semua berawal dari rumah. Orang tua harus peka melihat perubahan perilaku anak-anaknya, jangan biarkan pengaruh buruk masuk lewat internet,” pesannya.

Pemerintah daerah memastikan akan merespons dengan cepat setiap aktivitas yang melanggar norma sosial dan agama, sembari tetap menekankan pendekatan pembinaan dan perlindungan bagi masyarakat. Menjaga moral dan identitas Kutim yang religius serta beradat adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *