Kutim Siapkan Arena Standar Nasional, Bupati: Bukti Kesiapan Gelar Seri Nasional Panjat Tebing

banner 728x90

Kutipopini.com – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, membuka National Climbing Series (NCS) ke-3 Bupati Kutim Cup V Tahun 2026 di Lapangan Venue Panjat Tebing Bukit Pelangi (Sport Climbing), Sabtu (10/10/2026). Kejuaraan ini sekaligus menandai penambahan fasilitas arena boulder (border) baru yang diresmikan untuk memenuhi standar kompetisi tingkat nasional.

Usai pembukaan, Ardiansyah menyebut arena tersebut menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan kali ini.

“Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kejuaraan kali ini adalah penambahan fasilitas arena border yang baru saja diresmikan. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan untuk menyelenggarakan kompetisi panjat tebing pada level nasional,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keberadaan arena itu berkaitan dengan syarat yang harus dipenuhi Kutim untuk menjadi tuan rumah seri nasional.

“Salah satu persyaratan tahun lalu untuk menjadi seri nasional adalah harus memiliki arena border. Arena ini menjadi salah satu bagian yang menunjukkan kesiapan kita dalam menyelenggarakan seri nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, arena yang sesuai standar tidak hanya menunjang kelancaran kompetisi, tetapi juga memberi atlet lingkungan bertanding yang mendukung pengembangan kemampuan dan prestasi. Peningkatan sarana ini juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet yang lebih baik, dari tahap latihan hingga kompetisi dengan persaingan lebih tinggi.

Hal menarik lain, para atlet belum pernah melihat arena baru tersebut sebelum bertanding karena menjalani karantina.

“Arena border ini baru saja diresmikan dan para atlet juga belum pernah melihatnya karena mereka harus dikarantina. Jadi, mereka baru pertama kali melihat arena tersebut dan harus memahami jalur yang kemungkinan akan digunakan dalam pertandingan,” jelas Ardiansyah.

Kondisi itu membuat kompetisi tidak sekadar adu kekuatan fisik. Atlet juga diuji dalam membaca jalur, beradaptasi dengan arena, menyusun strategi, serta menjaga kesiapan mental.

“Dengan kejuaraan ini kami berharap memberi dampak positif bagi perkembangan panjat tebing di Kutim, sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet mengukur kemampuan dan menambah pengalaman bertanding melawan atlet dari berbagai daerah,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *