Kutipopini.com – Akses menuju SMP Negeri 5 Bontang kembali menjadi sorotan setelah persoalan status lahan jembatan penghubung belum menemukan titik terang. Jalur yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah itu berdiri di atas lahan milik PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNE) dan hingga kini masih berstatus pinjam pakai. Kondisi ini membuat pemerintah daerah kembali mendorong adanya dialog resmi dengan pihak perusahaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menilai komunikasi menjadi kunci utama penyelesaian persoalan ini.
“Saya sudah meminta kepala sekolah SMP 5 untuk bersama-sama membangun komunikasi ulang dengan PT KNE. Kalau dibicarakan dengan baik, pasti ada solusi,” ungkapnya belum lama ini kepada awak media.
Ia juga menyebut pembahasan perpanjangan pinjam pakai sebelumnya sempat tidak berlanjut, sehingga perlu dibuka kembali negosiasi yang lebih terarah. Pemerintah berkepentingan memastikan akses pendidikan tetap aman dan layak.
“Kami berharap ada kesepakatan baru yang menguntungkan kedua pihak. Jika suatu saat bisa dihibahkan, tentu itu kabar baik. Namun apa pun hasilnya, kami mengikuti mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan optimistis pihak PT KNE, yang selama ini dikenal peduli lingkungan sosial, dapat memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah.
Sementara itu, Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin, memilih fokus pada operasional sekolah.
“Harapan kami sederhana: akses menuju sekolah tetap bisa digunakan seperti biasa. Untuk urusan legalitas, kami percayakan kepada pemerintah,” katanya.
Meski prosesnya masih berlanjut, banyak pihak berharap dialog yang dibuka kembali dapat menghadirkan kepastian bagi siswa, guru, dan keberlanjutan pendidikan di kawasan tersebut. (ADV)








