Kutipopini.com – Di tengah wacana penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) memastikan sektor pendidikan tetap stabil.
Kepala Disdik Kutim, Mulyono, menekankan bahwa langkah antisipatif telah disiapkan agar kegiatan belajar dan pembangunan pendidikan tidak terganggu.
“Kita belum bisa berteriak terlalu keras karena belum ada kepastian. Tapi kalau memang ada pengurangan, tentu akan kami sesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” ujar Mulyono kepada Kutipopini, menegaskan pendekatan rasional yang diterapkan. Jumat (14/11/2025).
Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran bukan pemangkasan sembarangan, melainkan penataan ulang program agar tetap efektif dan efisien.
“Selama perhatian Pemkab Kutim masih sekuat sekarang, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas,” tambahnya.
Disdik Kutim memastikan program strategis seperti insentif guru, pembangunan sarana-prasarana sekolah, dan peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah tetap berjalan.
Menurutnya, koordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menjadi kunci agar rencana anggaran dapat disesuaikan bila terjadi perubahan kebijakan transfer pusat.
“Keterpaduan antarinstansi penting untuk menjaga stabilitas program pendidikan. Ketahanan sektor pendidikan bukan hanya soal besaran anggaran, tetapi juga kemampuan memprioritaskan kebutuhan yang mendesak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan, pada 2025 alokasi anggaran pendidikan masih di atas 20 persen dari total APBD Kutim, menunjukkan komitmen Pemkab terhadap sektor ini. Ia menambahkan bahwa dukungan Bupati dan Wakil Bupati menjadi faktor utama optimisme pihaknya.
Terakhir, ia menekankan bahwa seluruh jajaran Disdik Kutim tetap bekerja menjaga kualitas pendidikan di seluruh kecamatan.
“Langkah ini realistis agar pelayanan pendidikan tetap optimal di tengah keterbatasan keuangan daerah,” pungkasnya. (ADV)








