Kutipopini.com – Terkait wacana pembangunan Museum Kutai Timur (Kutim), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan agenda strategis yang harus terus bergerak meskipun tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih cukup berat.
Disdik menilai bahwa urgensi museum tidak semata tertuju pada pembangunan fisik, tetapi lebih pada tanggung jawab kebudayaan yang memerlukan keberlanjutan kebijakan.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Padliyansyah, menekankan bahwa museum menjadi instrumen penting dalam pelestarian sejarah dan identitas daerah. Ia menuturkan bahwa kesenjangan anggaran memang menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kelancaran program.
“Kita tahu keterbatasannya nyata. Tetapi itu tidak boleh membuat proyek ini berhenti. Justru di kondisi seperti ini kita harus mencari pola baru,” ujarnya kepada awak media, Selasa (25/11/2025).
Menurut Padliyansyah, pendekatan konvensional yang selama ini bergantung pada satu sumber pembiayaan sudah tidak relevan lagi. Kondisi fiskal daerah mendorong perlunya inovasi dalam pola pendanaan agar pembangunan tetap dapat berjalan.
“Dari skema pembiayaan campuran dan opsi kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah yang kini mulai disiapkan Disdikbud sebagai respons terhadap situasi ini,” terangnya.
Dengan demikian, Disdik menegaskan bahwa komitmen terhadap pembangunan Museum Kutim tetap kuat, dan adaptasi kebijakan menjadi kunci dalam memastikan bahwa proyek ini tidak terhenti di tengah tekanan fiskal yang ada. (ADV)








