Kutipopini.com – Anggota DPRD Kutai Timur, Asti Mazar, menegaskan pihaknya siap mendukung program pembangunan skema Multi Years Contract (MYC) yang diusulkan Pemkab Kutim. Namun, ia mengingatkan agar jumlah dan nilai paket disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah.
“Apapun bentuk usulan program strategis daerah pasti kita dukung. Tetapi juga harus melihat kemampuan keuangan Kutim. Kalau memang baik dan mampu, silakan saja,” ujar Asti, kepada awak media Kutipopini.com. Senin (17/11/2025).
Pemkab Kutim sebelumnya mengusulkan 32 paket pembangunan MYC senilai Rp2,1 triliun untuk periode 2026–2028. Skema ini dirancang agar proyek-proyek strategis, seperti pembangunan jembatan, jalan penghubung antar kecamatan, drainase, dan pelabuhan, tetap berjalan meski kondisi APBD menurun. Proyeksi APBD 2026 diperkirakan hanya mencapai Rp4,8 triliun.
Ia menilai, penggunaan skema MYC memang tepat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Namun, ia menekankan pentingnya prioritas dan evaluasi terhadap setiap paket agar tidak memberatkan fiskal daerah.
“Yang terpenting adalah memastikan setiap proyek bisa selesai tepat waktu dan bermanfaat langsung untuk masyarakat. Jangan sampai karena terlalu ambisius, anggaran menjadi terbebani dan proyek tertunda,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan paket MYC, agar kualitas pekerjaan terjaga dan manfaatnya maksimal.
Kolaborasi DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan di Kutim tetap berkelanjutan, tepat sasaran, dan sejalan dengan kapasitas fiskal yang ada. (ADV)








