DPRD Kutim Dorong Roadmap Ketahanan Pangan, Sebelum Terlambat

banner 728x90

Kutipopini.com – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yulianus Palangiran, menyoroti arah pembangunan daerah yang dinilainya masih terlalu bergantung pada sektor ekstraktif seperti tambang dan perkebunan besar. Ia menilai sudah saatnya pemerintah berani mengubah orientasi ekonomi menuju sektor yang lebih berkelanjutan.

“Pemerintah kadang terlena dengan pendapatan jangka pendek dari bagi hasil tambang tanpa memikirkan strategi jangka panjang,” ungkapnya kepada awak media belum lama ini.

Menurutnya, kondisi ini membuat kelompok masyarakat kecil, khususnya petani, belum benar-benar merasakan dampak kesejahteraan. Ia menyebut masih banyak kebijakan yang belum tepat sasaran karena pemerintah mencoba menjangkau semua pihak tanpa prioritas yang jelas.

“Harus ada skala prioritas yang tegas. Petani itu perlu perhatian serius, karena mereka bagian dari ketahanan pangan kita,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya perhatian terhadap program ketahanan pangan, yang seharusnya menjadi fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam seperti tambang suatu saat akan habis, sementara alternatif ekonomi belum disiapkan secara matang.

“Kalau sekarang kita tidak mulai, nanti ketika tambang berhenti, kita akan kebingungan. Ini yang saya khawatirkan,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, ia mendorong pembentukan kelompok tani dan penguatan koperasi lokal untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat. Namun, ia mengakui tantangan besar masih ada pada penguasaan lahan oleh investor besar.

“Selama tanah dikuasai pihak luar, petani kita susah bergerak. Padahal kesejahteraan masyarakat kecil harus jadi ukuran utama keberhasilan pembangunan,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *