DPRD Kutim Dukung Program Bus Sekolah Pemkab

banner 728x90

Kutipopini.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H. Shabaruddin, menegaskan bahwa program bus sekolah yang akan diluncurkan pemerintah daerah merupakan langkah komprehensif untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan di wilayah pinggiran.

Ia menilai persoalan transportasi masih menjadi hambatan utama bagi banyak pelajar, sehingga penyediaan armada khusus menjadi kebutuhan mendesak.

“Program ini adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak Kutai Timur, terutama di daerah dengan akses transportasi terbatas,” ujar Shabaruddin kepada awak media belum lama ini.

Program bus sekolah tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2025. Rencana ini muncul sebagai respons atas minimnya layanan transportasi yang aman dan terjangkau bagi siswa, terutama di kawasan yang jauh dari pusat kegiatan pendidikan.

Pemerintah bersama DPRD telah melakukan pembahasan intensif untuk memastikan kesiapan setiap aspek operasional.

Pada tahap awal, layanan bus akan difokuskan di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, dua wilayah dengan jumlah pelajar tinggi dan kebutuhan mobilitas yang besar. Setiap armada direncanakan dilengkapi fasilitas pendukung serta tenaga pendamping guna menjamin keamanan dan kenyamanan siswa selama perjalanan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jadwal perjalanan akan mengikuti ritme aktivitas belajar di sekolah, melayani keberangkatan pagi dan kepulangan siang. Menurutnya, pola ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mengurangi beban biaya transportasi bagi keluarga.

Implementasi program tidak berhenti pada peluncuran semata. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi berkala untuk mempertimbangkan penambahan armada dan perluasan rute di masa mendatang.

“Kami ingin layanan ini menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas pelajar,” ungkapnya.

Dengan kehadiran bus sekolah, DPRD Kutai Timur berharap partisipasi pendidikan dapat meningkat dan pelajar di daerah pinggiran memperoleh kesempatan belajar yang lebih merata. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *