Kadis Pendidikan Kutim Mulyono Bagikan Kisah Hidup: Dari Anak Transmigran Jadi Pejabat Daerah

banner 728x90

Kutipopini.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono, membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan kepada para santri Madrasah Boarding School (MBS) saat Talk Show Hari Santri, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, ia mengisahkan perjalanan hidupnya dari anak transmigran hingga berhasil menjadi pejabat daerah.

“Sejatinya Mulyono itu adalah anak transmigrant. Orang tua saya petani asli yang tahun 1974 ikut transmigrasi ke Banjarmasin,” ungkapnya.

Ia bercerita, kehidupan keluarganya tidaklah mudah. Pada tahun 1982, ketika usianya baru lima tahun, mereka pindah ke Tenggarong melalui jalur transmigrasi swakarsa mandiri program yang menuntut kerja keras tanpa banyak fasilitas. Hidup sederhana dan serba terbatas menjadi keseharian keluarganya yang berjumlah lima bersaudara.

“Ibu saya dulu sering menukar beras ke warung hanya untuk membayar SPP kami,” kenangnya.

Tak ingin menjadi beban, Mulyono ikut membantu keluarga sejak kecil. Ia berjualan sayur keliling dari bangku SD hingga SMA.

“Saya juga dulu SD sampai SMP jualan sayur. Bahkan sampai SMA pun masih jualan sayur,” katanya sambil tersenyum. Karena itu, teman-temannya menjulukinya Pak Lek Sayur.

Namun, dari perjuangan itu ia belajar arti kerja keras. Setelah lulus SMA, Mulyono berhasil masuk Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Kini, seluruh saudaranya telah menjadi sarjana dan PNS.

“Orang tua saya itu betul-betul menjadi ratu,” ucapnya bangga.

Terakhir menutup kisahnya dengan pesan penuh makna bagi para santri.

“Rumput yang tumbuh di tanah gersang akarnya akan lebih kuat dibandingkan rumput di tanah subur. Artinya, orang yang terbiasa ditempa kesulitan akan lebih siap menghadapi hidup,” pesannya.

Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi para santri bahwa keberhasilan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari ketekunan, pendidikan, dan keyakinan untuk terus berjuang. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *