Kutipopini.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah pusat sebagai langkah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, rupanya belum berjalan seragam di seluruh daerah. Ketidakkonsistenan ini, menurut Yulianus Palangiran, Anggota DPRD Kutai Timur, justru menimbulkan kebingungan di masyarakat.
“Di beberapa daerah programnya jalan, tapi di tempat lain tidak. Ini kan menimbulkan pertanyaan dan rasa tidak adil,” ungkap Yulianus. Kamis (20/11/2025)
Ia menilai, kebijakan yang baik seharusnya diterapkan dengan sistem yang konsisten. Jika tidak, niat mulia di baliknya bisa berbalik arah, menciptakan persoalan sosial baru.
“Karena di sana-sini ada MBG dilakukan tidak seragam, ada yang dapat, ada yang tidak. Itu yang bikin masyarakat bingung,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan ketidaksinkronan ini telah terasa hingga ke daerah-daerah. Ia menyebut, sejumlah provinsi mulai menghadapi dinamika sosial akibat pelaksanaan yang tidak serentak.
“Yang sudah terlaksana di beberapa daerah saja banyak masalah yang muncul, akhirnya membuat resah dan gelisah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keresahan masyarakat bukan sekadar reaksi emosional, melainkan cerminan dari lemahnya koordinasi antara pusat dan daerah. Dalam pandangannya, kebijakan sebesar MBG harus disiapkan matang, baik dari sisi anggaran maupun kesiapan teknis.
“Ini bukan hanya soal makan gratis, tapi soal keadilan sosial. Jangan sampai program bagus justru kehilangan maknanya karena pelaksanaannya setengah hati,” ujarnya.
Diharapkan pemerintah pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh agar program ini benar-benar berdampak positif. Sebab, kepercayaan publik terhadap kebijakan nasional hanya bisa tumbuh bila pelaksanaannya menyentuh semua lapisan masyarakat secara adil dan merata. (ADV)








