Kutipopini.com – Terkait persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri Tahun 2026 mendatang, Korpri Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas atlet internal.
Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menyampaikan bahwa penjaringan atlet menjadi fokus utama mengingat Kutim akan bertindak sebagai tuan rumah. Seleksi dilakukan melalui berbagai pertandingan internal yang dirancang khusus untuk memetakan potensi ASN yang memenuhi kualifikasi sebagai atlet Korpri.
“Kita mengadakan pertandingan untuk menyeleksi atlet-atlet Korpri kita,” jelas Misliansyah.
Ia menerangkan bahwa hingga saat ini, delapan dari dua belas cabang olahraga telah menyelesaikan tahap seleksi awal, sementara empat cabang lainnya segera mengikuti. Peningkatan jumlah ASN, termasuk sekitar 7.000 PPPK, disebut memberikan peluang besar dalam memperkuat formasi atlet Kutim.
“Sekarang mereka sudah menjadi PPPK, berarti mereka sudah bisa ikut nanti bertanding,” ujarnya.
Selain pembinaan olahraga, Korpri Kutim juga menaruh perhatian besar pada peningkatan profesionalisme ASN. Kembali, ia menegaskan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) harus didasarkan pada kebutuhan organisasi.
“Pelatihan yang tidak relevan dinilai hanya menyita anggaran dan waktu tanpa memberikan dampak pada kinerja. Kami mendorong Korpri agar setiap perangkat daerah menetapkan prioritas Bimtek yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, pemahaman regulasi terbaru, serta penguasaan teknologi,” terangnya.
Di sisi lain, Korpri Kutim memperkuat perlindungan ASN melalui keberadaan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) hingga tingkat kecamatan. Lembaga ini memberikan pendampingan bagi pegawai yang menghadapi persoalan hukum. Selain itu, aspek kesehatan dan keagamaan turut menjadi perhatian, termasuk kerja sama kesehatan dengan rumah sakit serta partisipasi atlet Korpri dalam MTQ Korpri di Samarinda.
“Korpri harus tetap berada di garis depan pelayanan publik, sejalan dengan amanat Bupati Kutim,” tutupnya. (ADV)








