MBG di Batu Ampar Belum Terealisasi, Butuh Inovasi Distribusi dan Keterlibatan UMKM

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerataan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya di Kecamatan Batu Ampar. Hingga saat ini, program yang bertujuan mendukung tumbuh kembang anak-anak tersebut belum tersentuh secara merata dan masih berada pada tahap pendataan.

Camat Batu Ampar, Suriansyah, menyampaikan bahwa meskipun rapat koordinasi terkait MBG telah digelar beberapa bulan lalu, implementasi di lapangan belum terlihat.

“MBG di Batu Ampar masih belum ada. Terakhir saya ikut rapat beberapa bulan lalu, tapi programnya belum terealisasi,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.

Jumlah anak yang menjadi target penerima diperkirakan mencapai 4.000, tersebar di desa-desa dengan kondisi geografis beragam. Tantangan utama muncul karena satu dapur pusat ditetapkan mampu melayani 3.000 anak dengan waktu distribusi maksimal 30 menit.

“Ada beberapa desa terpencil seperti Mugirayu dan Himba Lestari, yang masih sulit. Dikarenakan jumlah murid per sekolah yang relatif kecil membuat satu dapur tidak efektif secara operasional,” ucapnya.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah mencari pola distribusi yang lebih fleksibel. Ia menekankan keterlibatan kantin sekolah dan pelaku UMKM lokal sebagai alternatif penyedia makanan bergizi.

“Kalau diberikan ke warung atau kantin sekolah, anak-anak tetap bisa mendapat makanan bergizi, dan pelaku usaha lokal juga diberdayakan,” jelasnya.

Dengan model ini, diharapkan program MBG tidak hanya terlaksana secara merata, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa, sekaligus memastikan anak-anak menerima nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan prestasi belajar mereka. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *