Pemerintah Dorong Produktivitas Padi untuk Kemandirian Pangan Kutim

banner 728x90

Kutipopini.com – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya meningkatkan kemandirian pangan, khususnya produksi beras. Pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) menjalankan berbagai strategi untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas pertanian.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyatakan bahwa fokus pembangunan pertanian 2025 diarahkan pada peningkatan produktivitas lahan dan optimalisasi pola tanam.

“Produktivitas padi yang sebelumnya 3,9–4 ton per hektare kini meningkat menjadi 5–7 ton per hektare, tergantung kondisi irigasi dan lahan,” ujarnya.

Dari 2.638 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), produksi gabah kering Kutim mencapai 13.000 ton per tahun, setara 7.500 ton beras, yang baru memenuhi seperempat kebutuhan masyarakat sebesar 35.000 ton per tahun.

Pemerintah berupaya memperluas areal tanam dan meningkatkan produktivitas. Kajian lokasi pertanian baru tengah dilakukan, meski sebagian berada di kawasan khusus seperti hutan lindung, taman nasional, dan lahan konsesi perusahaan.

“Proses ini tetap memperhatikan tata ruang dan kelestarian lingkungan agar setiap lahan produktif dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.

Ketersediaan air dan jaringan irigasi menjadi faktor utama produktivitas. Wilayah Kaubun, Kombeng, dan Long Mesangat mampu menanam hingga tiga kali setahun, sedangkan kawasan tadah hujan hanya dua kali.

Terakhir, ia menegaskan bahwa dengan dukungan lintas sektor, peran aktif penyuluh, dan penerapan teknologi pertanian modern, Kutim optimistis menekan ketergantungan beras dari luar daerah dan bergerak menuju swasembada beras lokal.

“Dengan dukungan semua pihak, penyuluh aktif, dan teknologi pertanian, Kutim optimistis bisa mengurangi ketergantungan beras dari luar dan menuju swasembada lokal,” tutupnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *