Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (KutimI melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan karakter peserta didik. Bertahun pelajaran 2025, seluruh SD dan SMP di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan menerapkan kebijakan dua jam khusus pembelajaran mengaji setiap pekan. Program ini ditempatkan dalam satu rangkaian hari belajar agar pelaksanaannya terstruktur dan mudah dievaluasi.
Kebijakan tersebut dirumuskan sebagai bagian dari penguatan pendidikan spiritual, sejalan dengan upaya pemerintah membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral yang kokoh.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap pembinaan akhlak siswa menjadi prioritas dalam pengembangan mutu pendidikan daerah.
“Penguatan karakter adalah bagian penting dari pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Kutim tumbuh dengan dasar moral yang baik,” ujarnya. Rabu (12/11/2025).
Untuk meningkatkan kualitas pengajaran, Disdikbud menggandeng Universitas Surabaya (Ubaya) dalam proses rekrutmen dan pelatihan tenaga pengajar.
“Guru-guru mengaji tersebut akan ditempatkan di sekolah negeri maupun swasta, dan memperoleh insentif dari pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan penyelenggaraan pembelajaran,” terangnya.
Selain memastikan siswa muslim mendapatkan layanan pendidikan Al-Qur’an secara profesional, pemerintah juga mengatur agar siswa non-muslim tetap memperoleh pembinaan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing. Pengawas sekolah dan tokoh agama setempat dilibatkan dalam mekanisme supervisi kegiatan.
“Dengan penerapan kebijakan ini, Pemkab Kutim berharap tercipta lingkungan pendidikan yang mampu membangun etika, perilaku santun, serta ketahanan karakter siswa dalam menghadapi perkembangan era digital dan sosial yang semakin kompleks,” tandasnya. (ADV)








