Shabaruddin Dorong Pemerintah Perluas Program Bantuan Pendidikan Anak Usia Dini di Kutim

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas jangkauan program bantuan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2025, dukungan tersebut tidak hanya menyentuh sektor strategis, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan anak usia dini.

Anggota DPRD Kutim, H. Shabaruddin, menilai langkah ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat sejak usia dini. Ia mengungkapkan, bantuan yang digulirkan kali ini mencakup perlengkapan sekolah lengkap bagi anak-anak taman kanak-kanak (TK).

“Tahun ini pemerintah melalui APBD akan membantu anak-anak TK sampai pada perlengkapan sekolahnya, mulai dari tas hingga sepatu,” ujar Shabaruddin saat ditemui di Gedung DPRD Kutai Timur. Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, bantuan tersebut sangat penting untuk meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat di daerah dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah.

“Kebijakan ini bukan hanya soal bantuan material, tapi juga bentuk perhatian terhadap semangat belajar anak-anak kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sektor pendidikan anak usia dini memang membutuhkan perhatian khusus. Fasilitas dan sarana penunjang seperti ruang kelas, perpustakaan, hingga unit kesehatan sekolah harus menjadi prioritas pembangunan pendidikan di Kutim.

“Kalau fasilitas dasar di PAUD dan TK kita sudah baik, otomatis mutu pendidikan juga akan meningkat. Ini sejalan dengan kebijakan nasional yang tengah mendorong revitalisasi satuan pendidikan di seluruh daerah,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Sekolah 2025 yang turut mendukung peningkatan fasilitas pendidikan dasar. Menurutnya, sinergi antara program daerah dan pusat menjadi kunci untuk memastikan pemerataan akses pendidikan di Kutai Timur.

“Dengan adanya dukungan seperti ini, kita berharap anak-anak Kutim mendapatkan hak pendidikan yang layak sejak dini,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *