Kutipopini.com – SMP Negeri 1 Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman melalui serangkaian langkah pencegahan perundungan yang disusun secara lebih terarah. Fokus utama sekolah adalah memastikan kesejahteraan emosional seluruh peserta didik, sekaligus menjaga agar proses pembelajaran berlangsung tanpa gangguan.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, menyatakan bahwa upaya pencegahan ini dilakukan secara berlapis dan tidak hanya bergantung pada satu metode pembinaan.
Menurutnya, sekolah rutin melaksanakan kegiatan pembinaan mental sebagai ruang edukasi mengenai perilaku positif. Penguatan nilai moral dilakukan melalui program mingguan yang melibatkan wali kelas.
“Kami selalu mengingatkan soal bullying melalui pembinaan mental setiap Jumat pagi bersama wali kelas. Untuk kelas 9, setiap pagi juga ada kegiatan salat duha yang dimanfaatkan sebagai ruang menanamkan nilai moral,” tuturnya.
Penanaman nilai tersebut diperkuat melalui upacara bendera, yang kini difungsikan sebagai media penyampaian pesan mengenai etika pergaulan dan larangan melakukan kekerasan.
“Setiap upacara, kami selalu menitipkan pesan bahwa bullying dan kekerasan tidak boleh terjadi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa apabila terdeteksi indikasi terjadinya perundungan, sekolah langsung mengambil tindakan awal berupa komunikasi dengan orang tua. Langkah ini dinilai penting untuk memahami kondisi secara menyeluruh sebelum merumuskan penyelesaian.
“Kalaupun terjadi, tentu kami harus berkomunikasi dengan orang tua. Tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Dengan total 855 siswa yang tersebar dalam 25 rombongan belajar, pengawasan perilaku menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, sekolah memperkuat sinergi antara guru, wali kelas, dan orang tua agar setiap siswa mendapatkan pendampingan karakter yang berkelanjutan serta lingkungan belajar yang lebih aman. (ADV)








