Yulianus Palangiran Nilai Program Makan Bergizi Gratis Belum Efektif

banner 728x90

Kutipopini.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yulianus Palangiran, menilai mekanisme pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum efektif dan berpotensi membebani anggaran negara.

“Menurut saya, kalau kita berbicara lokal, banyak wilayah di daerah yang tidak terlayani,” ujarnya kepada awak media, Kamis (13/11/2025).

Yulianus menyoroti bahwa sistem pelaksanaan MBG terlalu rumit dan belum efisien. Ia mengusulkan agar pengadaan bahan kegiatan dilakukan secara perlokal, sehingga manfaatnya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat Kutai Timur.

“Dengan struktur yang ada sekarang, pelaksana kegiatan MBG itu sangat luar biasa merepotkan,” ucapnya.

Selain persoalan teknis, legislator Fraksi NasDem itu juga menyinggung besarnya beban anggaran negara untuk mendanai program MBG. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan negara yang terbebani utang, porsi anggaran untuk MBG dinilai terlalu besar.

“Negara kita banyak utang, sementara separuh anggaran habis karena MBG,” tegasnya.

Sebagai alternatif, Yulianus mengusulkan agar anggaran MBG dialihkan untuk memperkuat sektor pendidikan dasar di Kutim. Ia menilai, langkah tersebut akan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat serta memberi manfaat jangka panjang bagi peningkatan sumber daya manusia.

“Yang lebih bagus itu menggratiskan SPP, sepatu, baju seragam, tas, dan kebutuhan sekolah lainnya. Kalau dihitung-hitung, biayanya jauh lebih rendah daripada memprioritaskan MBG,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menilai pemerintah seharusnya lebih fokus pada perbaikan fasilitas pendidikan ketimbang menjalankan program makan gratis. Kondisi gedung sekolah yang rusak dan kekurangan ruang belajar, kata Yulianus, menjadi persoalan mendesak yang perlu segera dibenahi.

“Kita mau kasih makan gratis, tapi anak-anak belajar di mana? Banyak gedung dan ruang kelas yang compang-camping, bahkan ada sekolah yang kekurangan kelas. Ini yang seharusnya diprioritaskan,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Yulianus menegaskan bahwa pengalihan dana MBG untuk sektor pendidikan akan lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kualitas pendidikan di Kutim.

“Saya kira lebih baik dana MBG diarahkan ke perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Itu jauh lebih mendesak dan bermanfaat untuk masa depan anak-anak Kutim,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *