Yusuf T Silambi Sebut Pertambangan Masih Jadi Penggerak Utama Ekonomi Kutim

banner 728x90

Kutipopini.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yusuf T Silambi, menegaskan bahwa sektor pertambangan masih menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Menurutnya, pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara investasi dan kebijakan agar tidak membebani pelaku usaha, terutama di tengah upaya memperkuat ekonomi pascatambang.

“Perusahaan-perusahaan pertambangan yang dibawa ke PT Kaltim Prima Coal (KPC) ini, ya pemerintah tidak terlalu mengancangkan mengenai seluruh peraturannya,” ujar Yusuf kepada awak media, Senin (10/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa langkah pemerintah yang tidak terlalu menekan dengan aturan ketat bukan berarti mengabaikan fungsi pengawasan. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru memberikan ruang bagi dunia usaha agar tetap produktif dan mampu menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat lokal.

“Tapi bagaimana ekonomi tumbuh di daerah kita dan dapat memajukan ekonomi Indonesia pada umumnya,” lanjutnya.

Yusuf menilai, pertumbuhan ekonomi di Kutai Timur harus didorong dengan strategi yang inklusif, di mana sektor tambang berjalan berdampingan dengan sektor lain yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Ya kalau untuk program prioritasnya pemerintah, itu tetap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan juga pertanian seperti kelapa sawit yang memang sangat mendukung pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada besar kecilnya investasi, tetapi juga pada kemampuan menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kita ingin Kutim tidak hanya kuat karena tambang, tapi juga karena masyarakatnya mandiri, petaninya sejahtera, dan anak-anaknya berpendidikan,” tutup Yusuf optimistis. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *