Kutipopini.com – Bupati Running Fest Kutai Timur (Kutim) 2026 tak hanya menghidupkan kawasan Alun-Alun Bukit Pelangi. Kedatangan pelari dari berbagai daerah juga membuka peluang perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal di Sangatta.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, geliat komunitas lari yang semakin besar menjadi peluang untuk mengembangkan event olahraga secara berkelanjutan.
“Sekarang sudah menjadi maniak bagi para pelari di Indonesia, termasuk juga Kutai Timur. Makanya kita berikan kesempatan arenanya untuk agenda-agenda rutin setiap tahun,” ujar Ardiansyah seusai penutupan Bupati Running Fest 2026, Minggu (27/09/2026).
Menurutnya, event olahraga dengan peserta dari luar daerah memiliki efek lanjutan terhadap aktivitas masyarakat. Pelari dan pendamping yang datang ke Sangatta berpotensi menggerakkan sektor kuliner, penginapan, transportasi hingga usaha kecil.
Karena itu, keberlanjutan Bupati Running Fest tidak hanya berkaitan dengan agenda olahraga. Event tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang yang mempertemukan komunitas sekaligus membuka pasar bagi produk dan usaha masyarakat Kutim.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pada event selanjutnya untuk kategori anak usia 5 sampai 8 tahun tetap dipertahankan. Keterlibatan keluarga dalam event tersebut dinilai turut memperluas dampak kegiatan di tengah masyarakat.
“Usia 5 sampai 8 tahun sudah dilaksanakan kemarin. Itu juga akan menjadi agenda rutin kita setiap tahun,” ucapnya.
“Pemkab Kutim juga membuka peluang pengembangan Bupati Running Fest sebagai agenda rutin. Selain menghidupkan olahraga, event ini diharapkan ikut menggerakkan UMKM dan perputaran ekonomi masyarakat di luar arena pertandingan,” tandasnya. (ADV)








