Pemkab Kutim Perkuat Penanganan TBC, Perusahaan Diminta Tak Asal PHK

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat penanganan Tuberkulosis (TBC) dengan mendorong kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan perusahaan. Penanganan tidak hanya diarahkan pada penemuan kasus, tetapi juga memastikan pekerja yang terdiagnosis mendapat pengobatan hingga tuntas.

Upaya tersebut menjadi perhatian Pemkab Kutim dalam Pelayanan Kesehatan Bergerak, tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Karangan, Sabtu (03/10/2026). Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, meminta perusahaan ikut memastikan pekerja yang terdiagnosis TBC menjalani pengobatan sebelum kembali beraktivitas.

Menurutnya, pekerja yang diberhentikan sebelum menyelesaikan pengobatan justru berisiko membawa persoalan kesehatan ke lingkungan keluarga. Karena itu, perusahaan diminta ikut bertanggung jawab memastikan pekerja mendapatkan penanganan medis.

“Lebih bagus itu diselesaikan penyakitnya. Karena penyelesaian TBC itu sudah ada. Paling tidak selama enam bulan rutin untuk berobat,” ucapnya.

Pemkab Kutim juga membuka ruang komunikasi dengan perusahaan di wilayah Karangan dan sekitarnya. Pemerintah mendorong penanganan dilakukan bersama tenaga kesehatan, mulai dari pemeriksaan hingga konsultasi selama proses pengobatan.

“Jangan sampai ada keputusan seperti itu (pemecatan) dari perusahaan. Kalau ada pekerja yang habis sakit, harus ikut konsultasi dulu sampai selesai,” tegasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan Pemkab Kutim. Melalui Dinas Kesehatan dan BLUD Puskesmas Karangan, pemerintah menggabungkan pelayanan kesehatan bergerak, tracing TBC dan CKG dalam satu kegiatan yang menyasar masyarakat di wilayah yang jauh dari jangkauan rumah sakit.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pelayanan kesehatan bergerak menyasar delapan kecamatan. Karangan menjadi lokasi ketiga setelah Sandaran dan Batu Ampar, sebelum pelayanan dilanjutkan ke Busang, Telen, Muara Ancalong dan Long Mesangat.

Ia juga mendorong Karangan Dalam segera membentuk Desa Siaga TBC. Saat ini, Kutim telah memiliki 15 Desa Siaga TBC dari total 46 desa di Kalimantan Timur.

“Harapannya Desa Karangan Dalam dan Kecamatan Karangan bisa segera menyusul membentuk Desa Siaga TBC,” tutupnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *