Kutipopini.com – Pameran buku dan festival literasi “Out of the Boox” Gebyar Literasi Kutai Timur (Kutim) 2026 resmi ditutup Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Aula Ki Hajar Dewantara, YPPSB Munthe, Minggu (04/10/2026).
Penutupan yang dirangkai dengan pemberian apresiasi itu menjadi momentum bagi Ardiansyah menegaskan pentingnya literasi dalam kehidupan. Menurutnya, literasi bukan sekadar aktivitas membaca, tetapi kebutuhan dalam kehidupan pribadi hingga bermasyarakat.
“Kalau kita hidup tanpa literasi, Saudara sekalian, apalah makna kehidupan itu sendiri?” ujar Ardiansyah.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang kini semakin dekat dengan dunia penulisan dan karya kreatif. Ardiansyah mengingatkan agar teknologi tidak membuat pencipta karya kehilangan keaslian gagasan dan karakter.
Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu, namun ide dan kreativitas tetap harus lahir dari kemampuan manusia. Ia mencontohkan penggunaan AI dalam penciptaan lagu yang berpotensi menghilangkan karakter suara asli penciptanya.
“Harus suara khas, suara asli. Kasihan nanti yang suara asli sudah capek-capek rekaman dirubah,” tegasnya.
Ardiansyah berharap Gebyar Literasi 2026 tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan minat baca sekaligus membangun budaya literasi, khususnya di kalangan generasi muda Kutim.
“Literasi harus menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban dan daya saing daerah ke depan,” tutupnya.
Untuk diketahui, Gebyar Literasi Kutim 2026 bertajuk “Out of the Boox” berlangsung sejak 25 September hingga 4 Oktober 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, YPPSB Munthe. (ADV)








