Kutipopini.com – Sebanyak 680 sambungan rumah tangga di empat desa Kecamatan Batu Ampar mulai menikmati pasokan listrik 24 jam setelah Pemkab Kutai Timur (Kutim) bersama PT PLN (Persero) meresmikan penyalaan listrik desa, Senin (05/10/2026).
Empat desa tersebut yakni Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu dan Himba Lestari. Penyalaan dipusatkan di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan dan menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim memperluas elektrifikasi hingga wilayah pelosok.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan kehadiran listrik 24 jam bukan hanya memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan ekonomi dan aktivitas masyarakat.
“Setelah lebih dari 36 tahun menanti, hari ini mimpi masyarakat untuk menikmati penerangan listrik yang representatif selama 24 jam penuh akhirnya menjadi kenyataan,” ujar Ardiansyah.
Ia menyebut listrik dapat mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM), pendidikan anak-anak hingga aktivitas sosial masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan warga tidak melakukan penyambungan listrik secara ilegal karena berisiko terhadap keselamatan dan keandalan jaringan.
“Gunakan listrik secara bijak dan utamakan keselamatan. Jangan ada penyambungan kabel secara liar,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Batu Ampar, Akhmadsyah merinci, Mawai Indah telah memiliki 222 sambungan dan Mugi Rahayu 125 sambungan.
“Beno Harapan mencapai 214 dari target 320 sambungan, sedangkan Himba Lestari 119 dari 186 sambungan,” sebutnya.
Manajer PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, mengapresiasi dukungan Pemkab Kutim dan masyarakat. Ia meminta fasilitas kelistrikan yang telah dibangun dapat dijaga dan digunakan secara aman.
Penyalaan listrik 24 jam ditandai dengan penekanan sirene bersama oleh Bupati Kutim, Camat Batu Ampar, Kabag SDA Setkab Kutim Deky Hermawan dan manajemen PLN UP3 Bontang. (ADV)








