Kutipopini.com – Persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memasuki tahap akhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim menyebut persiapannya sudah mencapai 80 persen, dengan 30 agenda yang telah disepakati.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno, mengatakan pekerjaan panitia kini tinggal memperkuat kesiapan teknis di lapangan.
“Saya rasa kesiapan perencanaan sudah 80 persen, tinggal persiapan teknis lapangan saja yang perlu diperkuat,” kata Trisno usai memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim, Selasa (06/10/2026).
Menurutnya, puluhan agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT, di luar sejumlah kegiatan utama yang telah disiapkan pemerintah.
“Hasil rapat di dalam, setelah disepakati seluruh tim, kita ada 30 agenda di luar agenda-agenda besar,” ujarnya.
Dua agenda utama yang masuk dalam rangkaian tersebut yakni Pesta Adat Erau dan Kutim Expo. Erau dijadwalkan berlangsung 9-13 Oktober 2026, sedangkan Kutim Expo digelar 12-18 Oktober 2026.
Untuk Expo, Pemkab Kutim kembali menggunakan kawasan Helipad Bukit Pelangi.
“Lokasi Expo di Helipad Bukit Pelangi, seperti tahun lalu,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyebut kegiatan masyarakat juga tetap menjadi bagian dari perayaan. Jalan sehat akan dirangkaikan dengan senam jantung sehat dan direncanakan berlangsung sehari sebelum penutupan Expo.
“Jalan sehat tetap kita laksanakan, kita rangkaikan dengan senam jantung sehat yang kemungkinan kita agendakan pada H-1 penutupan Expo,” katanya.
Erau tahun ini mendapat perhatian khusus karena untuk pertama kalinya dirangkaikan langsung dengan peringatan HUT Kutim. Pemerintah ingin kegiatan budaya tersebut tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi menjadi ruang memperkuat identitas daerah.
“Kita menginginkan Erau ini menjadi momen penguat kebersamaan masyarakat Kutim dan pengingat jati diri Kutim,” ungkapnya.
Ia berharap momentum hari jadi ikut mendorong semangat masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Ini dalam rangka mengoptimalisasi semangat kerja dalam upaya pembangunan Kutim menjadi tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Di tengah persiapan itu, faktor cuaca dan kualitas udara juga menjadi perhatian Pemkab Kutim. Kondisi tersebut akan dipantau selama rangkaian kegiatan berlangsung, termasuk dengan menyiapkan dukungan kesehatan.
Alat kesehatan, masker hingga tenaga medis disiapkan sebagai langkah mitigasi. Jika kondisi berubah ekstrem, pelaksanaan kegiatan dapat dievaluasi.
“Namun kalau kondisi sangat berbahaya dan ekstrem, bisa saja ditunda atau dibatalkan. Sepanjang tidak ekstrem, tetap dilaksanakan dengan penguatan mitigasi kesehatan,” pungkasnya. (ADV)








