Kutipopini.com – Guna memperkuat regenerasi atlet sejak usia sekolah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan penerapan kelas khusus olahraga. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan pembagian waktu antara pendidikan, latihan, dan kompetisi yang selama ini dihadapi atlet pelajar.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan kelas khusus olahraga nantinya menjadi ruang bagi pelajar untuk tetap menjalankan pendidikan tanpa mengesampingkan pembinaan prestasi.
“Konsep yang mau saya bangun adalah kelas khusus olahraga. Anak-anak ini nanti bisa membagi waktunya antara sekolah dan latihan. Pelatihnya kita support, kemudian asupan gizinya juga kita support,” ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa hanya dilakukan ketika pelajar sudah menunjukkan prestasi. Proses pencarian dan pengembangan bibit harus dimulai sejak usia dini dengan dukungan masing-masing cabang olahraga.
“Pembinaan usia dini betul-betul kita laksanakan dengan baik. Kita juga mengimbau teman-teman cabang olahraga untuk membina anak-anak usia dini,” ujarnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan hasil Kutim pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Kutim yang sebelumnya berada di posisi bawah berhasil memperbaiki peringkat hingga menembus empat besar dengan torehan 12 medali emas.
Capaian itu menjadi gambaran awal bahwa pembinaan atlet pelajar mulai menunjukkan hasil. Dispora pun ingin prestasi tersebut tidak berhenti pada satu kompetisi, melainkan menjadi pijakan untuk membangun pembinaan yang berkelanjutan.
Ia menilai potensi atlet lokal masih cukup besar. Karena itu, kesempatan bagi pelajar Kutim untuk berkembang harus terus diperluas agar mereka mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga provinsi, nasional hingga internasional.
“Kita ingin anak-anak Kutim sendiri yang menjadi atlet. Kita punya potensi-potensi itu dan hasil pembinaannya sudah mulai kelihatan,” tegasnya.
Rencana kelas khusus olahraga tersebut diharapkan menjadi bagian dari pola pembinaan yang lebih terarah. Selain menjaga keberlanjutan pendidikan, program itu ditujukan untuk memperkuat fondasi prestasi dan regenerasi atlet asli Kutim. (ADV)








