
Kutipopini.com – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan tambang harus mampu membangun kemandirian ekonomi warga. Dana PPM diminta tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi diarahkan untuk menciptakan usaha dan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Mahyunadi dalam Konsultasi Publik Pembaruan Rencana Induk PPM (RIPPM) PT Ganda Alam Makmur (GAM) 2027–2031 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Jumat (09/10/2026).
Menurutnya, ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas pertambangan perlu dikurangi sejak dini. Sebab, batu bara merupakan sumber daya yang tidak dapat terus diandalkan, sehingga masyarakat harus memiliki sumber penghasilan alternatif.
“Batu bara suatu saat akan habis. Karena itu, masyarakat harus dipersiapkan agar memiliki usaha dan sumber ekonomi lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong program PPM lebih difokuskan pada pengembangan UMKM, pertanian, pariwisata, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Keberhasilan program, kata dia, harus diukur dari dampak nyata, seperti pertumbuhan usaha, peningkatan pendapatan, dan terbukanya lapangan pekerjaan.
Selain itu, ia menyoroti penyerapan tenaga kerja lokal yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Pelatihan yang diberikan perusahaan harus sesuai kebutuhan dunia kerja dan membuka peluang bagi masyarakat untuk bekerja atau membangun usaha sendiri.
Pelaksanaan PPM perlu diawasi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Laporan administrasi harus dipastikan sesuai dengan kondisi di lapangan agar program benar-benar memberikan manfaat.
Terakhir, ia turut mengingatkan pentingnya memperhatikan dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan dan mata pencaharian masyarakat di sekitar jalur ponton PT GAM, termasuk warga Benua Baru Ilir, Benua Baru Ulu, dan Pulau Miang.
“Kami berharap pembaruan RIPPM PT GAM periode 2027–2031 menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan Kutim terhadap sektor pertambangan,” tandasnya. (ADV)







