Peserta 11 Provinsi Ramaikan NCS 3, Kutim Tunjukkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

banner 728x90

Kutipopini.com – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipercaya menjadi salah satu dari tiga tuan rumah National Climbing Series (NCS) 3 Tahun 2026, bersama Manado dan Tangerang. Kejuaraan panjat tebing tingkat nasional itu diikuti peserta dari 11 provinsi dan digelar di Venue Panjat Tebing Bukit Pelangi, Sangatta.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyebut kepercayaan tersebut sebagai pencapaian yang patut disyukuri.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Kutai Timur karena dipercaya menjadi salah satu tuan rumah kejuaraan nasional. Kehadiran peserta dari 11 provinsi tentu membawa dampak positif, baik bagi perkembangan olahraga maupun pengenalan daerah,” tegas Basuki saat diwawancarai, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Basuki, penyelenggaraan kompetisi nasional tidak boleh dipandang sekadar sebagai pertandingan. Kejuaraan ini juga menjadi sarana promosi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kedatangan atlet, pelatih, ofisial, pendamping, dan rombongan dari berbagai daerah mendorong aktivitas sejumlah sektor usaha, terutama perhotelan, kuliner, transportasi, serta UMKM,” paparnya.

Ia menilai manfaat itu perlu didukung keterlibatan pelaku usaha lokal, promosi produk daerah, dan pengelolaan kegiatan yang berkelanjutan, agar dampaknya tidak berhenti ketika pertandingan usai.

Keberhasilan menjadi tuan rumah juga tidak lepas dari kesiapan sarana dan prasarana yang memenuhi standar pertandingan. Lebih lanjut, ia menegaskan, fasilitas yang memadai harus diikuti pemeliharaan yang baik serta pemanfaatan maksimal melalui latihan rutin, pembinaan atlet, dan penyelenggaraan kompetisi.

“Dengan pengalaman menjadi tuan rumah kompetisi nasional, Kutim diharapkan semakin siap menyelenggarakan kegiatan olahraga lain yang dapat meningkatkan kualitas atlet dan memperluas partisipasi masyarakat,” urainya.

Selain itu, ia juga menyinggung perkembangan atlet panjat tebing Kutim. Salah satu atlet daerah telah mengikuti seleksi menuju pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dan berkesempatan tampil di World Climbing di China.

“Capaian dan pengalaman seperti itu menjadi motivasi bagi atlet lainnya. Namun, perjalanan menuju prestasi nasional maupun internasional membutuhkan latihan terstruktur, kedisiplinan, dukungan pelatih, kesiapan mental, serta kesempatan mengikuti kompetisi secara berkelanjutan,” tutupnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *