Kutipopini.com – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi membuka perlombaan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026 di Rumah Lamin Adat, Jalan Ringroad, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (9/10/2026).
Turut hadir Sultan Kutai Kartanegara, Ing Martadipura Aji Muhammad Salehudin II bersama kerabat Kesultanan, Ketua DPRD Kutim Jimmy, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, pemangku adat, serta komunitas olahraga tradisional.
Ada empat cabang yang dilombakan, yakni menyumpit, begasing, belogo, dan ketapel. Tiga cabang pertama digelar pada hari pembukaan, sedangkan ketapel dijadwalkan Sabtu (10/10/2026).
Dalam sambutannya, Ardiansyah menilai Erau Adat Pelas Benua punya arti penting untuk memperkuat adat dan budaya Kutai di Kutim. Menurutnya, kegiatan adat tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi sarana menjaga nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun.
“Kami berharap kegiatan budaya terus didukung agar tetap berlangsung dan dikenal generasi berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan menilai peran komunitas dan masyarakat sangat menentukan bertahannya olahraga tradisional. Warisan leluhur, katanya, perlu terus diberi ruang agar diminati lintas generasi.
“Teman-teman para komunitas tetap semangat, kita lestarikan budaya kita. Bagaimanapun juga kita merupakan kebanggaan dari Kabupaten Kutai Timur,” ujar Basuki.
Empat permainan itu menjadi ruang bagi warga untuk mengenal kembali warisan leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman, permainan tradisional dinilai perlu dijaga agar tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu.
Melalui Erau Adat Pelas Benua 2026, olahraga tradisional diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Kutai Timur. Dukungan pemerintah daerah, pemangku adat, komunitas, dan generasi muda menjadi kunci agar warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman. (ADV)








