Kutipopini.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menciptakan sekolah modern berbasis teknologi kini memasuki fase krusial. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan hampir seribu guru telah mengikuti pelatihan Google Certified sebagai persiapan penerapan Sekolah Rujukan Google (KSRG) di wilayah ini.
Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, menjelaskan bahwa pelatihan kompetensi digital menjadi prasyarat utama sebelum 35 sekolah kandidat dinilai untuk akreditasi.
“Untuk tahap kedua, yang sebelumnya sekitar 100 lebih peserta, kini sudah hampir 957 tenaga pendidik dan kependidikan yang ikut. Totalnya sudah lumayan untuk 35 sekolah itu,” ujarnya. Selasa (16/11/2025)
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa seluruh guru diwajibkan menuntaskan Level Zero, sementara minimal 30 persen harus mencapai Level 1 agar sesuai standar Google Education. Ia menekankan bahwa transformasi pembelajaran digital tidak akan berhasil tanpa peningkatan kompetensi SDM yang merata.
Selain kapasitas guru, kesiapan perangkat teknologi juga menjadi fokus. Setiap sekolah diwajibkan memiliki minimal 60 unit Chromebook agar proses belajar digital dapat berjalan optimal.
“Tantangan terbesar ada pada peningkatan kapasitas SDM. Guru harus melek digital, mulai dari Google Form, Google Sheet, Google Cloud, hingga fitur Workspace lain. Bahkan kecerdasan buatan dari Google pun harus dipahami,” jelasnya.
Digitalisasi pendidikan dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk menyongsong generasi emas 2035.
“Seluruh guru dan siswa harus memiliki akun belajar sebagai dasar pembelajaran digital yang selaras dengan kurikulum berbasis deep learning,” katanya.
Dengan kompetensi guru yang meningkat dan fasilitas digital memadai, Disdikbud menargetkan pembelajaran di Kutim semakin kreatif, adaptif, dan mampu menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan secara maksimal. (ADV)








