Kutipopini.com – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka Pekan Raya Kutim Expo 2026 di alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (12/10/2026) malam. Kegiatan bagian dari HUT ke-27 Kutim ini diharapkan memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas pemasaran produk lokal, dan membuka kemitraan antara UMKM dengan dunia usaha.
Hadir Wakil Bupati, Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, Wakil Ketua DPRD Prayunita Utami, jajaran Forkopimda, serta ribuan warga.
Pada kesempatan tersebut, Ardiansyah menegaskan, expo tidak sekadar agenda tahunan memeriahkan hari jadi daerah, tetapi harus berdampak bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Saya mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan kegiatan expo dengan mengunjungi stan, mengenal produk lokal, serta melakukan transaksi dengan pelaku usaha yang berpartisipasi,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan masyarakat lewat pembelian produk daerah penting untuk memperkuat daya saing UMKM. Ia berharap produk yang dipasarkan tak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pasar regional hingga global, serta menghasilkan kerja sama yang membuka akses pemasaran lebih luas.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Trisno, menjelaskan expo dirancang sebagai ruang bersama pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan perusahaan, sejalan dengan tema “Kutim Berdaya dan Tumbuh Bersama”.
Tahun ini expo diikuti 231 peserta. Yakni, 39 perangkat daerah, 18 kecamatan, empat perusahaan pertambangan, satu stan gabungan perusahaan pertambangan, tiga perbankan, tiga organisasi dan lembaga lain, serta 160 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Seluruh peserta memperoleh stan gratis.
Trisno menambahkan, expo juga menjadi ruang bagi perangkat daerah menyampaikan kinerja dan program pelayanan publik, sekaligus menerima kritik dan saran warga. Dari sisi ekonomi, expo diharapkan mempertemukan UMKM dengan perusahaan, perbankan, dan calon mitra untuk membuka akses pembiayaan dan pendampingan.
Menurutnya, keberhasilan expo tidak diukur dari jumlah pengunjung, tetapi dari keberlanjutan transaksi dan kemitraan yang benar-benar berjalan.
“Dengan semangat Kutim Berdaya dan Tumbuh Bersama, expo diharapkan menjadi salah satu penggerak terwujudnya Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tandasnya. (ADV)








