Mahyunadi Dorong Tiga Desa di Kutim Segera Dialiri Listrik

banner 728x90

Kutipopini.com – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, membawa persoalan tiga desa yang belum teraliri listrik dalam Rapat Percepatan Elektrifikasi Desa di Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (14/09/2026).

Tiga desa tersebut yakni Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat dan Sandaran. Hingga kini, ketiganya masih menjadi wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.

Mahyunadi menyebut capaian elektrifikasi Kutim sebenarnya telah mencapai 97,87 persen berdasarkan hasil verifikasi. Namun, angka tersebut belum membuat pekerjaan pemerintah selesai.

“Kami sangat bersyukur karena tingkat elektrifikasi di Kutim berdasarkan verifikasi sudah mencapai 97,87 persen. Namun masih ada tiga desa yang belum mendapatkan listrik, yaitu Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran,” ungkapnya.

Persoalan akses listrik di tiga desa tersebut mendapat percepatan melalui koordinasi pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Pusat dan PLN.

Pembahasan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN bagi Desa Belum Berlistrik di Kaltim, yang digelar di Ruang Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM.

Forum tersebut dipimpin Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan diikuti para bupati se-Kaltim atau perwakilannya.

Sementara itu, Tri Winarno memastikan pemerintah pusat siap membantu percepatan program listrik desa, termasuk menangani kendala yang berkaitan dengan lokasi dan perizinan.

“Program listrik desa ini merupakan program Presiden. Kami akan membantu semaksimal mungkin, khususnya untuk daerah-daerah yang belum memperoleh akses listrik,” ujarnya.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menargetkan seluruh desa di Kaltim tidak lagi berada dalam kondisi tanpa listrik pada 2027.

Target tersebut menjadi peluang bagi Kutim untuk menuntaskan akses listrik di tiga desa tersisa. Bagi masyarakat di wilayah tersebut, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi kebutuhan yang berkaitan langsung dengan pendidikan, usaha, komunikasi hingga pelayanan publik.

“Pemkab Kutim mendorong agar hasil rapat tersebut berlanjut pada langkah konkret, sehingga Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat dan Sandaran tidak lagi menjadi tiga desa yang tertinggal dalam akses kelistrikan,” tutup Wabup Mahyunadi. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *