Pemkab dan DPRD Kutim Gelar Paripurna HUT ke-27, Kemiskinan Ditargetkan Turun

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, Kamis (08/10/2026), dengan agenda peringatan HUT ke-27 Kutim. Dalam rapat tersebut, pemerintah menetapkan penurunan kemiskinan hingga 7–7,50 persen dan pengangguran terbuka menjadi 5,50–6 persen sebagai sasaran pembangunan pada 2027.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan penanganan kemiskinan tidak cukup mengandalkan bantuan sosial, tetapi harus menyentuh persoalan mendasar yang membuat masyarakat sulit meningkatkan kesejahteraan.

“Penanganan kemiskinan tidak boleh dilakukan hanya melalui bantuan sosial. Kita harus menyelesaikan akar persoalannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan tingkat kemiskinan Kutim pada 2025 tercatat 8,07 persen. Pemerintah menargetkan angka itu turun menjadi 7,60–7,95 persen pada Perubahan RKPD 2026 sebelum mencapai 7–7,50 persen pada 2027. Upaya yang disiapkan meliputi perluasan akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, permodalan, pelatihan keterampilan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar.

Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka Kutim pada 2025 berada di angka 6,20 persen. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 5,50–6 persen pada 2027, dengan mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal serta memperkuat pelatihan vokasi sesuai kebutuhan dunia usaha.

“Keterampilan tenaga kerja harus terus ditingkatkan agar masyarakat Kutai Timur tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Kutim juga mempertahankan target penyerapan 50.000 tenaga kerja melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri, kerja sama lembaga pelatihan, pengembangan ekonomi kreatif, bantuan permodalan, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi investor penyerap tenaga kerja lokal.

Sementara untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia didukung melalui program beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulan, beasiswa bagi 1.000 hafiz dan hafizah setiap tahun, serta bantuan buku, seragam, dan sepatu gratis bagi peserta didik PAUD hingga SMP.

“Angka Harapan Lama Sekolah Kutim tercatat meningkat dari 13,02 tahun pada 2024 menjadi 13,22 tahun pada 2025,” ucapnya.

Pada bidang kesehatan, Angka Harapan Hidup Kutim mencapai 74,87 tahun pada 2025. Pemerintah menempatkan pendidikan, kesehatan, dan perluasan kesempatan kerja sebagai bagian yang saling berkaitan dalam menekan kemiskinan. Target pembangunan tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *