Kutipopini.com – Rame video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi memprihatinkan di jalur poros Sangatta–Rantau Pulung (Ranpul), Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dalam rekaman tersebut, sebuah mobil pikap jenis GrandMax tampak berupaya menarik dump truck yang terperosok akibat jalan berlumpur dan rusak parah.
Kondisi itu kembali memicu keluhan masyarakat. Jalan penghubung antar-kecamatan yang menjadi akses utama warga tersebut dinilai tak kunjung mendapatkan penanganan permanen, meski kerusakan telah berlangsung cukup lama.
Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Eddy Markus Palinggi, mengaku prihatin terhadap kondisi jalan poros Sangatta–Rantau Pulung yang hingga kini masih rusak di sejumlah titik.
Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang seharusnya mendapat perhatian serius dari semua pihak, termasuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di sekitar jalur tersebut.
“Jalan ini adalah akses utama masyarakat. Aktivitas ekonomi warga sangat bergantung pada kelancaran jalur Sangatta–Rantau Pulung. Sangat disayangkan sampai sekarang kondisinya masih memprihatinkan,” ungkapnya, Minggu (24/05/2026)
Lebih lanjut, ia juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan besar di sekitar kawasan tersebut yang dinilai belum maksimal berkontribusi terhadap penanganan infrastruktur jalan.
“Bahkan ada perusahaan besar kelas dunia di sepanjang jalur itu, tetapi seolah menutup mata terhadap kondisi jalan yang setiap hari dilalui masyarakat,” katanya.
Eddy mendorong pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi bersama pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna membantu percepatan perbaikan jalan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perusahaan penting dilakukan agar penanganan kerusakan tidak terus berulang dan masyarakat dapat menikmati akses jalan yang layak.
“Kita berharap ada kolaborasi nyata. CSR perusahaan bisa diarahkan membantu perbaikan jalan yang rusak supaya manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Rantau Pulung. Mereka mengaku kesulitan mengakses Kota Sangatta akibat kondisi jalan yang rusak, terutama saat hujan turun.
“Kalau hujan deras, perjalanan jadi sangat sulit. Padahal kami ke Sangatta untuk kebutuhan penting seperti belanja, berobat, sampai urusan kerja,” ungkap Nadia seorang warga.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan menyeluruh agar jalur penghubung tersebut aman dilalui dan tidak lagi menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.








