Tingkatkan Pelayanan Air Bersih, Perumda TTB Kutim Cetak Pegawai Kompeten

banner 728x90

Kutipopini.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim), resmi menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Air Minum Tingkat Muda Bersertifikat Kompetensi Angkatan 194 di Hotel Victoria Sangatta, Kamis (21/5/2026).

Penutupan kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 18 Mei 2026 tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Teknik Perumda TTB Kutim, Galuh Boyo Munanto. Diklat ini diikuti 30 pegawai terpilih dari berbagai unit kerja, kantor cabang, hingga kantor pusat.

Dalam pelaksanaannya, Perumda TTB Kutim menggandeng Yayasan Pendidikan Tirta Dharma PAMSI dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PTD PAMSI guna memastikan seluruh proses pelatihan dan uji kompetensi berjalan sesuai standar nasional.

Galuh Boyo Munanto mengatakan, sertifikasi kompetensi menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih secara merata, baik di tingkat pusat maupun cabang di kecamatan.

“Profesional adalah kunci untuk semua hal. Saya meyakini dengan profesionalisme, apa pun kondisi yang kita hadapi akan mampu diselesaikan secara maksimal dengan segala kemampuan yang ada,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, 30 peserta yang telah dinyatakan lulus dan bersertifikat tersebut merupakan aset penting perusahaan yang dipersiapkan menjadi kader pemimpin masa depan.

“Kami mendidik kalian tidak hanya untuk Kutai Timur, tetapi untuk Indonesia. Siapkan diri kalian untuk menjadi pemimpin ke depan, baik di Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, atau bahkan di Ibu Kota Nusantara,” tegasnya.

Menurutnya, sektor pengelolaan air bersih dan kesehatan akan menjadi industri strategis di masa mendatang. Karena itu, para pegawai dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi menciptakan sistem pengolahan air yang lebih efektif dan efisien.

“Kuncinya adalah bagaimana mengolah air yang lebih baik dari sisi kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan. Kita tidak hanya menjual label air murah, tetapi air yang nilainya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat melalui penekanan biaya operasional yang tepat,” jelasnya.

Melalui diklat tersebut, manajemen Perumda TTB Kutim berharap para pegawai tersertifikasi dapat mempercepat peningkatan pelayanan di lapangan, mulai dari respons teknis terhadap gangguan operasional, efisiensi distribusi air, hingga optimalisasi pelayanan publik yang lebih profesional dan adaptif di era digital.

Komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia itu disebut menjadi investasi jangka panjang perusahaan dalam menjaga pelayanan air bersih yang prima, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *