83 Karhutla Terjadi di Kutim, Pemkab Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Idham Cholid, bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Sulastin, turut hadir dalam rapat koordinasi bersama Komite II DPD RI membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur(Kaltim), di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (14/09/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kutim memaparkan kondisi Karhutla sekaligus sejumlah kendala yang dihadapi dalam penanganan kebakaran, terutama luas wilayah dan kondisi geografis yang beragam.

Pemkab Kutim mencatat terdapat 83 kejadian Karhutla dengan total area terbakar mencapai 144.777 hektare yang tersebar di 14 kecamatan. Salah satunya, Sangatta Utara menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 37 kasus, disusul Sangatta Selatan sebanyak 23 kejadian.

Idham Cholid, menegaskan penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Koordinasi lintas sektor dan langkah pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci menekan meluasnya kebakaran.

“Secara umum SOP penanganan Karhutla di Kutim hampir sama dengan daerah lain, namun fokus utama kami adalah selalu membangun kerja sama lintas sektor bersama seluruh pemangku kepentingan,” terangnya dalam rapat tersebut.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa di lapangan, kondisi topografi serta berkurangnya sumber air saat kemarau menjadi kendala tersendiri bagi petugas. Meski demikian, seluruh kejadian yang tercatat disebut dapat ditangani dengan baik.

Komite II DPD RI menilai penanganan Karhutla perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Luas wilayah dan kondisi geografis Kutim menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi pencegahan maupun penanganan.

“Pemprov Kaltim akan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau melalui posko, ada pemantauan 24 jam, penguatan tim reaksi cepat serta pelibatan masyarakat melalui Desa Tanggap Bencana dan Kelompok Tani Peduli Api,” ucapnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *