Bupati Kutim Hadiri Pelantikan GPMB, Literasi Harus Beradaptasi di Era Digital

banner 728x90

Kutipopini.com – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, turut hadir dalam pelantikan pengurus Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kutim periode 2026-2030 di Aula Ki Hajar Dewantara YPPSB Munthe, Sangatta Utara, Jumat (25/09/2026).

Pelantikan yang dirangkai dengan pembukaan Gebyar Literasi Kutim 2026 tersebut menjadi momentum memperkuat gerakan literasi di daerah. Kepengurusan GPMB Kutim dipimpin Nurul Mutia Karim dan dilantik Ketua GPMB Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syafruddin Pernyata.

Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan, literasi tidak boleh dipersempit hanya pada aktivitas membaca buku. Menurutnya, kemampuan memahami informasi, mengikuti perubahan dan mengambil pengetahuan dari lingkungan juga merupakan bagian penting dari literasi.

“Literasi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan membaca tulisan dalam sebuah buku. Lebih dari itu, literasi menjadi kemampuan untuk memahami informasi, melihat perubahan, memperluas wawasan, serta membaca berbagai kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar,” tegasnya.

Di tengah perkembangan teknologi, ia juga menyebut sumber bacaan masyarakat kini semakin luas. Karena itu, gerakan literasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa kehilangan tujuan utama dalam membangun masyarakat yang gemar belajar dan memiliki wawasan.

“Minat baca itu kadang kala kita tidak hanya fokus kepada lembar-lembar kertas yang tertulis, tetapi sekarang lembaran bacaan itu bisa melalui digital dan sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa menggambarkan literasi sebagai proses belajar yang tidak memiliki batas ruang. Berbagai pengalaman dan kondisi yang ditemui masyarakat sehari-hari dapat menjadi sumber pengetahuan apabila mampu diamati dan dipahami.

“Tidak ada batasan. Semua yang ada ini kita baca. Baik yang ada di buku, maupun yang ada di lapangan, di depan, di belakang, samping kiri-kanan, di atas, di bawah, itu semua bacaan,” ujarnya.

“Dan selamat kepada GPMB. Mudah-mudahan bisa mengantarkan anak-anak kita untuk lebih baik lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua GPMB Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata berharap kepengurusan baru GPMB Kutim mampu memperluas gerakan literasi hingga semakin dekat dengan masyarakat. GPMB dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun budaya baca sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam aktivitas literasi.

“Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030, GPMB Kutim diharapkan tidak hanya mengampanyekan minat baca, tetapi juga mendorong kebiasaan belajar, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan masyarakat dalam menyaring dan memahami informasi,” tandasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *