Pemkab Kutim Matangkan Pemekaran Empat Desa Persiapan

banner 728x90

Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan proses pemekaran empat desa persiapan. Langkah itu dibahas dalam rapat tim pembentukan desa persiapan di Ruang Ulin, Kantor Bupati Kutim, Rabu (30/09/2026).

Rapat tersebut membahas persiapan verifikasi teknis dan peninjauan lapangan. Pemkab Kutim ingin memastikan laporan administrasi yang disampaikan desa sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Empat desa yang masuk proses pemekaran yakni Desa Persiapan Sangatta Prima, Singa Karta, Teluk Rawa dan Sembulo Mandiri. Keempatnya kini memasuki tahun pertama masa persiapan.

Kepala Bidang Penataan Desa DPMDes Kutim, Fadliansyah, mengatakan laporan perkembangan dari empat desa tersebut telah diterima secara berkala.

“Kalau menurut laporan, mereka baru satu tahun ini berjalan. Mereka sudah membuat laporan triwulan pertama, dan laporan triwulan kedua juga sudah masuk,” ujarnya.

Namun, laporan tersebut masih harus diuji melalui verifikasi lapangan. Tim pemekaran desa tingkat kabupaten akan mengecek kesesuaian data administrasi dengan kondisi sebenarnya.

“Data yang mereka sampaikan ke kita, akan kita cek di lapangan benar atau tidak. Itu tahapan wajib yang harus dilalui,” tegasnya.

Sementara untuk hasil verifikasi kabupaten selanjutnya menjadi dasar rekomendasi Ketua Tim Pemekaran Desa yang dijabat Sekretaris Kabupaten Kutim. Jika memenuhi persyaratan, usulan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Untuk verifikasi faktual tingkat provinsi ditargetkan berlangsung awal atau semester pertama 2027. Setelah itu, proses berlanjut ke kementerian terkait untuk pengusulan Nomor Induk Desa,” terangnya.

Terakhir, Fadliansyah menegaskan proses verifikasi tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen. Kementerian juga akan melakukan pengecekan langsung sebelum legalitas desa diterbitkan.

“Dari kementerian, setelah diusulkan oleh provinsi, mereka juga akan turun faktual. Jadi kementerian tidak hanya melihat dokumen hasil kita, tetapi datang sendiri ke lapangan,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *