Sangatta Selatan Dorong Sampah Organik Jadi Pakan Ternak

banner 728x90

Kutipopini.com – Kecamatan Sangatta Selatan mulai mendorong pengelolaan sampah organik menjadi bagian dari sistem peternakan terpadu. Konsep ini dikembangkan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak.

Sosialisasi dan pelatihan digelar di Jalan Santai RT 5, Sangatta Selatan, Selasa (22/09/2026), dengan melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim), STIPER, pemerintah desa, BPD, komunitas peternak dan masyarakat.

Perwakilan Komunitas Peternak Mandiri, Ali Mahmudi, mengatakan pengembangan maggot berangkat dari persoalan sampah organik rumah tangga yang selama ini belum dikelola optimal.

“Bermula dari sampah. Sampah yang menumpuk dan tidak diolah dengan baik akan mencemari lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Hasilnya kemudian digunakan sebagai pakan ayam dan perikanan, sedangkan sisa pengolahan dapat diarahkan menjadi pupuk.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kutim, Purno Edi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menegaskan keberlanjutan peternakan tidak hanya bergantung pada ternak, tetapi juga ketersediaan pakan.

“Pakan ternak itu jauh lebih berat daripada ternaknya. Pemerintah bisa bantu ternaknya, sarananya, tetapi keberlanjutan yang mengolah pakannya itu jauh lebih berat,” kata Purno.

Terakhir, ia mendorong kolaborasi pemerintah, komunitas, masyarakat dan perguruan tinggi agar inovasi tersebut berkembang menjadi sistem pertanian dan peternakan yang berkelanjutan serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *