Kutipopini.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong tindak lanjut perluasan jaringan listrik PLN ke tiga desa yang hingga kini belum terlayani optimal, yakni Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang serta Tanjung Mangkalihat dan Sandaran di Kecamatan Sandaran.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi mengatakan, hasil pembahasan sebelumnya bersama PLN mulai diarahkan pada sejumlah opsi teknis. Untuk Pulau Miang, salah satu skema yang dikaji yakni penerapan listrik PLN secara komunal.
“Dengan adanya PLN komunal nanti, maka di sana bisa tambah daya untuk masyarakat,” kata Mahyunadi.
Sementara untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, Pemkab Kutim bersama PLN membahas opsi penarikan jaringan dari Teluk Sumbang, Kabupaten Berau. Wilayah tersebut dinilai menjadi salah satu titik terdekat yang telah terhubung jaringan PLN.
“Yang untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, ada beberapa opsi. Tapi opsi yang akan diambil, mungkin berdasarkan rapat kemarin itu, tarik kabel dari Teluk Sumbang, dari Berau,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, tindak lanjut tersebut masih membutuhkan pembahasan teknis dan kesepakatan masyarakat, khususnya terkait skema layanan dan tarif PLN.
“Pemkab Kutim terus mendorong agar solusi yang dipilih benar-benar dapat menjawab kebutuhan warga,” ucapnya.
Pembahasan ini merupakan tindak lanjut audiensi PLN UP3 Bontang dan UP2K Kaltim bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada 18 September 2026. Tiga desa tersebut direncanakan masuk dalam program realisasi listrik desa pada 2027.
Pemkab Kutim memastikan dukungan terhadap proses perluasan jaringan terus dilakukan, dengan harapan akses listrik tidak lagi menjadi persoalan bagi masyarakat di wilayah pesisir. (ADV)








